Drop

ketika malam jatuh
putaran itu semakin kencang
menggigil aku menggigil
merasakan air seperti salju
kugenggam erat guling
biar tak lepas seperti harapanmu
kuambil kaca
tubuh melamas
wajah memucat
inikah aku?

Git and Github Two Powerful Things

Git and Github,

Two powerful things in the digital world.

why?

read post below.

Selamat datang di alfianguide!!!

Sebelumnya, sudah kenal kah dengan git?

git ? gita, gitar, gigit?

iya, git yang itu tuh.

belom ya?

oke saya anggap saja belom.

git adalah sebuah aplikasi version control system(vcs) atau pengontrol versi sesuatu. Intinya ya sebuah aplikasi untuk mengontrol versi sebuah proyek.

misalkan, Anda seorang developer dan memiliki project dengan intensitas update yang sangat tinggi, maka versi proyek yang Anda buat akan berganti-ganti, mulai dari v0.0.1-alpha, v0.0.1-beta, dan seterusnya, jika hal tersebut tidak dikontrol menggunakan aplikasi pengontrol versi, maka? ya mungkin bisa dikontrol dengan membuat backupan versi-versi sebelumnya, tapi hal tersebut dirasa kurang efisien, dan jika tidak dibackup tidak pula memakai vcs, ya hilang sudah versi proyek sebelumnya :)

maka dari itulah, linus torvalds, bapak linux juga membuat aplikasi vcs yang terinspirasi dari BitKeeper dan Monotone.

thanks to him :)

git sendiri tidak dibuat hanya untuk kalangan developer, karena konsep awal git adalah untuk mengontrol versi, maka juga dapat diterapkan pada desainer, atau apapun itu yang membutuhkan git sebagai problem solving vcs mereka.

desain.cdr
desainrevisi.cdr
desainrevisi2.cdr
desainrevisi3.cdr
desainrevisisudahplease.cdr
desainfinal.cdr

hahaha

trus powerfulnya apa???

ya, ya itu powerfulnya, bisa bolak balik ke versi sebelumnya secara mudah simpel dan efisien.

belajar git dapat dimulai dengan perintah-perintah dasar git, yaitu:

git add .

untuk menambahkan sebuah file ke dalam 'git'.

git status

untuk melihat perubahan(penambahan/pengurangan) file dalam git

git commit -m "comment"

untuk melakukan komitmen dalam hubungan, eh bukan, maksudnya komitmen atas perubahan yang terjadi.

sebenarnya sudah sih, itu saja.

Untuk tingkatan kerumitan berikutnya yaitu bagaimana cara balik ke versi sebelumnya dan menggunakan kekuatan penuh dari git itu sendiri :) dapat Anda pelajari sendiri ya :)

ada bukunya kok :) progit namanya, FREEEEEE!!!!!

progit

selanjutnya yaitu github.

Github -> github.com

adalah sebuah platform untuk menyimpan proyek git.

jika saya sendiri lebih suka menyebutnya sosial medianya para developer

...

Arch Linux Installation

NOTE : This is not for nubitol who don't want to read the manual!

Disclaimer : Semua langkah-langkah di bawah ini saya tidak bertanggung jawab jika terjadi kesalahan dalam pc Anda, karena mungkin hardwarenya berbeda. :)

Yup, kali ini kita akan membahas linux lagi, ya, sebenarnya mungkin sudah membosankan ya, ya bagi kalian yang sudah tahu, namun bagi para si kepo seperti saya tak apalah. Post ini juga saya buat untuk catatan pribadi saya sewaktu-waktu saya lupa cara installnya hahaha.

Seperti yang saya tuliskan di post sebelumnya yaitu Hello Linux bahwa sistem operasi linux ini kita full akses banget, kita bisa kustomisasi sesuai selera kita, ya begitulah, seperti sistem operasi milik sendiri, walau bukan yang buat hhh, milik sendiri maksudnya ya seperti rumah sendiri ya seperti barang sendiri gitulah, namun tetap saja lisensinya kembali ke pemilik atau sesuai aturan... ya kalau linux... GNU Lisensinya... Bicara tentang lisensi ada juga yang namanya MIT License, Creative Common dan lain2nya, yang mungkin akan dibahas di post mendatang(entah kapan).

Belajar menggunakan linux sama halnya seperti belajar sistem operasi dimana kita akan mengenali program2 yang nantinya akan digunakan, bukan program2 biasa sih seperti music player atau video player atau browser, namun lebih ke program-program yang lebih mendalam ke sistem operasi, seperti program X, program terminal, driver, dan lain-lainnya. Jadi mungkin terdapat keuntungan dapat mengenali 'daleman' dari sistem operasi itu sendiri.

Sekali lagi, mungkin post ini bukan buat anda para newbie ya, namun tak apa bagi anda newbie yang kepo banget dan berani berbuat sesuai kemauan, itu hak2 anda saja, namun saya sudah membuat disclaimer di atas hehe.

Sebelum melakukan sesuatu tentunya kita mempersiapkan bahan-bahan atau alat-alatnya terlebih dahulu, seperti memasak tentu akan membutuhkan bahan-bahan untuk dimasak. Yap memang urutannnya begitu, kalo kata orang-orang TI, algoritmanya begitu, heleh, sok jago bahas2 algoritma, tapi kalo bikin program hello world saja bisanya hhh.

Bahan-bahan yang kita butuhkan yakni:

1. Arch Linux ISO, tentu bahan yang pertama adalah file ISO, atau file instalasi arch linux. Ya kalo ga ini apa yang mau diinstall Alfian!!!, goblok lo, kita dah tahu lah. Hehe maaf2.
File ISOnya bisa Anda download di web resminya arch linux. tidak tahu webnya? hmmm mungkin perlu buat post, cara menggunakan internet yang baik dan benar serta pinter kali yak?

yaudah ini webnya.

https://www.archlinux.org/download/

Saran : ketika download file isonya lebih baik pilih server indonesia, karena lebih deket, lebih kecil ping, dan lebih lancar juga perjalanannya.

2. Program untuk membuat bootable sistem operasi ke flashdisk....?
installing an OS using flashdisk? that's for noobbssss.
Ya, saya tahu anda seorang yang pro mungkin masih menggunakan diskette atau jaman-jaman old lainnya. Namun, ini sudah 2019 :( ya gpplah pakai flashdisk, soalnya saya pakai flashdisk :) biar sama kita. Sudah, pakai program apa saja yang penting ISO tadi bisa masuk flashdisk dan dapat dijalankan ketika laptop booting atau istilah kerennya bootable.

Tidak paham bahan 2? :( yasudah mending gausah lanjut. Soalnya ini baru kenalan, belum apa2 udah nyerah.

Oke, kalo ga tahu, kalo pake windows, udah pake aja program namanya 'rufus' :"( ga promosi ya.

3. Internet yang kenceng dan cukup
Yah ga offline ya nginstallnya? gajadi deh :( ya memang begitu sayang, ya mau gimana lagi. Jadinya kita butuh internet yang kenceng, biar nunggunya ga lama seperti yang saya alamin waktu itu, nunggu dari isya' ampe tengah malem, pas udah jadi, kustomisasi ampe pagi, abis itu lanjut kuliah, eh malah curcol :") oke lanjut, yang kedua cukup tentunya, maksudnya ini kalo kita yang pake paket data atau simcard hp... tethering hp... kuotanya harus cukup bosku, ya sedia minimal gigaan lah, >3giga biar tenang nantinya ga jantungan kalo lagi download tau2 abis kuotanya. Kalo dari pengalaman saya sewaktu instalasi arch linux, kurang lebih ya memang 2 gigaan lebih, 600mban++ buat paket program base dan base-devel dan lain2nya. Kalo udah niat kuat lanjut.

Untuk koneksi internet bisa memakai beberapa cara:

1. Internet Kabel, LAN.(Paling direkomendasikan)
2. Wifi(Pake ini juga ga masalah, namun tidak direkomendasikan)
3. USB Tethering Android(Alternatif Internet Kabel jika kalian ga punya internet kabel tapi punya hp android + kabel usb + bisa usb tethering)

Sepertinya sudah 3 itu bahan-bahannya :) sekali lagi, niat dikencengin wkwkwk.

Step2 Instalasi

Dalam instalasi kali ini, saya menggunakan laptop... yang saya share sebelumnya di page ini -> My Stuffs dimana laptop tersebu menggunakan UEFI bios dan GPT Partition. Sebelum melakukan ini ada hal-hal yang perlu diperhatikan, yang pertama dan paling utama adalah DATA, terutama DATA Pribadi atau Data-Data Penting, dibackup dulu boskuuuuu. Atau lebih bagusnya PC/Laptopnya kosongan saja.

1. Tancapkan flashdisk ke pc
ya ditancepin dulu ya bosq :)

2. Masuk ke bootable flashdisk
Untuk masuk ke bootable flashdisk, terlebih dahulu atur urutan flashdisk dalam boot menjadi pertama, caranya yaitu masuk bios terlebih dahulu dengan tekan f2 atau f10 tepat setelah menekan tombol power. Kalau f2 atau f10 tidak bisa, bisa googling "cara masuk bios laptop/pc XXXXX ". Kalau sudah diatur boot flashdisk menjadi pertama, selanjutnya boot ulang, maka bootable flashdisk akan muncul dengan pilihan arch linux, karena sebelumnya kan kita buat bootable iso arch linux, yakali munculnya windows. Kalau muncul arch linux, tinggal pilih menu yang pertama saja(Arch Linux X86 X64) dan enter.

3. Periksa koneksi internet
Nah setelah step ke 2 kita akan dihadapkan dengan terminal, dimana kita bisa mengetikkan command2, layaknya command prompt di windows. Tapi yang paling pertama kita cek koneksi internet terlebih dahulu sebelum melakukan hal-hal lainnya, karena koneksi internet ini sangat urgent. Caranya dengan ping lah tentunya hhh :) ping saja google atau facebook atau blog ini juga ga masalah.
ping -c 3 google.com 
atau
ping -c 3 archlinux.org 
atau
ping -c 3 alfianguide.blogspot.com
Kalau sudah bisa tanpa masalah request timed out, atau packet loss atau masalah lain2nya lanjut, kalau ada masalah, periksa dulu internetnya. Seperti saya jelaskan ada beberapa cara, pakai internet kabel lebih direkomendasikan karena ga harus setting ini itu karena tinggal colok konek internet langsung, kalau wifi harus konek dulu dengan mengetikkan command wifi-menu di terminal tadi, baru konek ke wifi lalu cek koneksi lagi dengan ping, atau bisa pakai usb tethering android, sistemnya sama dengan internet kabel.

Note : saya tidak merokemendasikan wifi-menu karena nanti jika ada langkah yang miss atau tidak dilakukan tidak bisa konek dengan wifi-menu lagi.

4. Buat Partisi
cek dulu partisi-partisi hdd/ssd dengan command.
fdisk -l 
Nanti akan muncul beberapa partisi-partisi. Dan perhatikan partisi hdd, biasanya nama devicenya /dev/sda. Jika sudah ketemu, format saja :v eh maksudnya kita partisi ulang hehe, tentunya akan memformat. Kita buat 4 partisi, partisi boot, partisi root, partisi home dan partisi swap(sebenarnya opsional, tapi gpplah dibuat sekalian).

Sekadar saran

1. Boot -> 512mb.
2. Root -> 50GB/lebih, ini untuk menyimpan data-data apps, bagus untuk yang suka koleksi apps.
3. Swap -> /2 ukuran RAM,misal RAM 8GB, swap 4GB.
4. Home -> Sisa semuanya, kalau bisa lebih banyak karena ini untuk menyimpan data-data pribadi kita.

Cara buat partisinya?

Ada banyak cara, kalo mau mudah, kalo sebelumnya pernah pakai linux manjaro atau yang ada graphical installer, bisa buat disana lebih enak, atau pakai command dibawah
cfdisk 
cfdisk ini agak berbahaya karena bisa menghilangkan data, maka sebelumnya saya bilang untuk backup semua data. buka cfdisk dan atur seperti saran di atas atau atur sesuka anda, wong pc pc anda sendiri, tapi untuk bagian root,home,swap loh, jika boot bikin 512mb aja karena itu lebih baik, di windows maupun graphical installer linux biasanya 512mb untuk boot.

Masih gabisa? :) yaudah gausah lanjut.

5. Format dan Mount Partisi
Setelah partisi di atas terbuat tentunya kita format file sistemnya ke dalam file sistem linux agar dapat dibaca oleh linux.
fdisk -l 
Fdisk untuk melihat list partisi yang telah dibuat dan catat nama devicenya, kita misalkan devicenya itu /dev/sdaX

512mb /dev/sdaX -> untuk bootnya, format file sistemnya umumnya fat32.
format dengan perintah
mkfs.fat -F32 /dev/sdaX
X == partisi yang 512mb atau untuk boot
Root dan Home /dev/sdaX -> sudah saya jelaskan untuk nyimpen apps dan file pribadi, format file sistemnya ext4.
mkfs.ext4 /dev/sdaX1

mkfs.ext4 /dev/sdaX2
X1 == partisi untuk root
X2 = partisi untuk home sisanya swap
mkswap /dev/sdaX3

swapon /dev/sdaX3
X3 == partisi untuk swap

Jika sudah diformat, ingat partisi-partisinya, selanjutnya kita mount.

Mount root ke /mnt, perintahnya,
mount /dev/sdaX1 /mnt
Lalu buat direktori dengan,
mkdir /mnt/home
Lalu mount partisi home ke direktori tadi,
mount /dev/sdaX2 /mnt/home
Selanjutnya kita cek dengan
lsblk
Dan anda akan melihat partisi-paritisinya.

6. Install Archnya deh

Yap, jika sudah, kita install archnya deh, dengan perintah
pacstrap -i /mnt base base-devel
klik y untuk confirm dan tunggu sampe selesai,

Selanjutnya ketikkan perintah di bawah ini jika sudah selesai install archnya
genfstab -U -p /mnt >> /mnt/etc/fstab
Jika sudah, ya sudah lah, archnya sudah keinstall berarti sudah hhh.

Namun,

Belom bisa boot

:V

Jadinya kalo mau boot harus pake flashdisk instalasinya awawkawk.

Dan untuk bootnya, saya update nanti :)

Untuk bisa boot, yang kita butuhkan adalah bootloader

Bootloader bisa dilihat di

https://wiki.archlinux.org/index.php/Arch_boot_process#Boot_loader

Install salah satu bootloader, saya sendiri memakai GRUB sebagai bootloader

...

Done eh?

Brand Things But Not Branded Enough

Welcome to Alfian Guide.

Dalam keseharian kita, seringkali kita menggunakan sebuah barang atau produk hasil dari sebuah nama atau kerennya disebut brand atau bahkan ibu-ibu arisan menyebutnya branded.


Sebenarnya brand dan branded merupakan dua hal yang sama, namun dalam post ini kita sepakati dulu kedua hal tersebut adalah berbeda. Setuju? jika setuju lanjut.

Lalu apa bedanya brand dan branded disini yang saya maksud?

Brand dikenal oleh pengguna barangnya.

Branded terkenal ke semua orang, bukan pengguna sekalipun.

Dikenal dan terkenal disini maksudnya, barang tersebut itu 'wah, wow, amazing' begitu.

Brand lebih merujuk ke preferensi penggunanya

Branded lebih merujuk ke kemewahannya.

Seperti...

Rolex, mewah bukan? fitur lengkap tentu, but who is fucking need gem and diamond in a watch? Are you using rolex? it's good for you and i don't blame you but i apologize, i don't care.

Dan mungkin itu saja sih, perbedaannya hanya tentang fungsi dan kemewahan.

Dalam kehidupan dengan mobilitas tinggi ini, bukankah lebih baik kita menggunakan barang-barang yang benar-benar kita butuhkan fungsinya.

Entah kenapa sampai sini saya tidak fokus untuk menulisnya.

Mungkin sesuatu yang perlu kita perhatikan adalah...

Are you using them, or are you advertise them? freely, yeah because you are using a brand with a brand name on it.

Use things with your own preferences.

....

Yep, i'm using brand things, but not branded enough. I suggest you so.

And...

Don't believe me, believe yourself, but trust me, i'm not lying to you.

Mungkin kamu berminat untuk membaca sesuatu

Hello Linux

Alfian Guide say hello to Linux.

Ya, per 2019 ini, saya 'full' menggunakan linux sebagai sistem operasi sehari-hari.(Semoga)

Mengapa demikian?

Seperti yang kita ketahui bahwa sistem operasi Windows membawa semua yang kita inginkan, mulai dari aplikasi desain grafis, animasi, IDE, game, dan lain-lainnya, telah tersedia disana.

Bisa dikatakan,

Sistem operasi Windows itu nearly perfect OS.

Namun, cita rasa orang-orang berbeda-beda bukan?

Ada yang suka paket lengkap.

Ada yang suka paket sesuai kesukaannya saja.

Dan lainnya.

Saya sendiri, 'korban' preinstalled sistem operasi Windows 8.1(tidak sombong), yang sehari-harinya terpapar kemudahan Windows dengan segala kelengkapannya merasa jenuh juga.

Bagaimana tidak, saya memakai sistem operasi dimana terdapat file-file yang tidak terpakai sebanyak lebih dari 1giga di direktori sistem, yang entah saya tahu kegunaannya atau tidak saya tidak pernah menyentuhnya, dan ketika saya menyentuhnya, tadaaa Blue Screen of Death(BSOD) tiba.

Terlebih saya sekarang sudah jarang memainkan game, mungkin hanya game dinosaurus loncat-loncat(tahu kan?), dan saya juga mulai menerapkan prinsip tidak mau mencederai karya orang lain(sedang berusaha, salah satunya tidak memakai software pak tani dan memilih alternatifnya, jika tidak ada ya sudah.).

Namun bukan itu sebenarnya alasan saya migrasi ke Linux.

Ada banyak alasan... mungkin beribu alasan yang tidak dapat saya tuliskan disini...

Ada karena konsumsi sumber dayanya lebih rendah.

Lebih simple, karena ya begitu saja.

Tampilannya bisa dikustomisasi sesuai keinginan.

Dan

Dan
 
(Dan terjadi lagi)

Alasan sebenarnya juga bukan itu juga.

Alasan sebenarnya yaitu terminal.

Just a terminal, but i like this one.


Yap, terminal, atau jika di Windows biasa kita mengenalnya Command Prompt(CMD) atau susulannya, Windows Powershell.

Just a terminal?

Well, i think not just because terminal, but emmm it's a choice eh.

Selain itu juga saya menemukan aplikasi alternatif yang biasa saya gunakan di Windows.

Jadi, why stay?

Try new things is fun eh.

Ya akhirnya saya migrasi dah.

Simplicity, Modernity, Pragmatism.

P.S. Saya sebelumnya telah memakai Linux(turunan Debian), namun karena kurang kuat 'iman'nya dan karena terdapat banyak error saya balik lagi ke Windows hahaha.